Dalam perjalanan saya menelusuri sejarah kuasa ilahi, saya terus kembali pada satu kesadaran sederhana: setiap zaman memindahkan yang sakral. Sebagian bangsa membayangkan…
Ketika altar-altar mulai retak, takhta tidak akan lama dibiarkan kosong…
Setelah memperlebar lensa pada bab sebelumnya, kini aku kembali ke jalan Barat. Di sini, pergulatan atas kuasa ilahi mengambil bentuk yang akan ikut membentuk…
Saat membayangkan diri saya berada di dalam sebuah katedral agung, saya mengerti bagaimana suatu tatanan sakral dapat terasa begitu utuh hingga menghapus cakrawala. Batu, cahaya, kidung, dan…
Jika zaman klasik purba kerap mengajarkan kuasa untuk berbicara dalam bahasa nalar, hukum, dan imperium, dunia abad pertengahan mengajarkannya untuk berbicara dengan keyakinan yang lebih dalam lagi…
Bahkan setelah menelusuri bangkitnya monoteisme, saya mendapati diri harus kembali ke serambi-serambi bercat di dunia Yunani. Secara historis dan imajinatif, dunia klasik…
Menurut saya, ada sejenis malam yang terasa khas milik padang gurun. Bukan malam hutan yang lembut, ketika dedaunan dan air seakan berbisik…
Saat aku meninggalkan altar-altar pertama, kubur-kubur, dan lanskap-lanskap suci dari kehidupan manusia yang lebih awal, aku mendapati diriku berjalan menuju geometri batu dari kota-kota paling mula…
Ketika aku berusaha menelusuri sejarah kuasa ilahi kembali ke awal mulanya, aku tidak memulainya dari raja-raja, kitab-kitab suci, atau kuil-kuil. Aku memulainya dari manusia…
Kata-kata, rasanya, dapat hidup lebih lama daripada dunia-dunia yang mula-mula memberi mereka daya. Mereka melintas dari zaman ke zaman seperti koin usang, gambarnya setengah terhapus tetapi tetap…
Saya rasa buku ini tidak bermula sebagai sebuah argumen. Sebaliknya, ia bermula sebagai sebuah luka yang begitu biasa sehingga mula-mula saya tak dapat menamainya…